10.8.20

Tune in

Susah juga ya mau berusaha tune-in di masa-masa seperti ini. Perasaan bosan tidak bisa divalidasi lagi karena pada hakikatnya kerja dan hidup sudah tidak ada batas lagi. Ternyata kalau kuperhatikan yang diperlukan hanyalah tune-in dengan diri sendiri dan fokus dengan hal-hal yang bisa dikontrol. Ternyata itu jauh lebih memudahkan daripada mengantisipasi situasi dan kejadian yang sebenarnya belum kejadian.

Ternyata tune-in tidak semata-mata mengambil jarak pada beberapa hal tapi juga mencoba untuk memilah sesuai dengan skala prioritas. Sepertinya dengan menjadikannya seperti itu membawa diri menjadi lebih terbuka dengan kejadian sehari-hari yang lebih realistis ketimbang terus menerus khawatir hari depan. Kepastiannya adalah tidak ada yang pasti. Jadi, membatasi perilaku terlalu mengawang-awang dan tendensi untuk membuat persepsi yang keliru dengan tetap ajeg pada keadaan sini kini. Ternyata tune in juga adalah bentuk percaya. Gitu sih.

No comments:

Post a Comment

redaktur

Nenek

Cerita yang digulirkan akan menjadi itu-itu lagi namun kau tidak bosan. Kita meyakini semesta memiliki garisannya sendiri untuk setiap je...

banyak dibaca