1.6.17

Nenek


Cerita yang digulirkan akan menjadi itu-itu lagi namun kau tidak bosan. Kita meyakini semesta memiliki garisannya sendiri untuk setiap jeda dan awalan. Kita masih sama mesra seperti dulu. Menghitung bunga lili di belakang rumah. Memetik biji kopi di pekarangan. Menyangrai daun teh untuk kita hirup di ujung hari. Lalu kabut tipis akan turun perlahan ke lembah rumah kita. Anjing-anjing peliharaan kita akan berlarian dan mencari liang tidurnya sendiri. 

Dari sekian banyak cinta, kita akan memilih satu aroma yang dikenali dengan mata terpejam. Dengan garis wajah yang kita hafal telusuri, dengan kumis tipis bergerigi, dengan anak rambut di tengkuk, dengan garis tawa di sudut mata. Meski akhirnya harus ada masa gugur bunga merah jambu itu, percayalah kasihmu akan selalu setia seperti cinta teluk pada garis pantai. 

No comments:

Post a Comment