2.2.17



Teruntuk mereka yang mencari apapun itu. 

Kau gelisah dalam setiap sisi tepi hari yang kau temui. 

Perasaan bersalah dan ketergesaan yang kau rasakan karena semata-mata kau ingin segera sampai tujuan. 

Di mana entah. 

Kau buntu dan terantuk dalam setiap tulisan. 

Seperti seseorang yang minum teh kemanisan, seperti mengenakan celana kedodoran, seperti menulis dengan pensil berujung tumpul, seperti menyesap kopi dingin, seperti menggunakan earphone yang hanya berfungsi sebelah, seperti menggunakan kaca mata beda minus, seperti hidung gatal namun tidak bisa bersin, seperti tidak menemukan toilet saat sedang kebelet pipis. 

Segalanya ada saatnya, katanya. 


Namun kita pun tidak tahu bagaimana cara menunggu lebih sabar dari hari kemarin. Ya kan?

No comments:

Post a Comment