4.11.15

Harus seimbang!






Menyambung tulisan saya yang terakhir tentang pencarian frekuensi, jawabannya adalah: saya belum menemukan frekuensi yang cocok. Bukan berarti saya tidak mencari, saya mencari,tapi tidak menemukan apa yang saya cari, namun menemukan sesuatu yang lain. Pernah tidak mengalami hal yang serupa?

Justru sering kali saya merasa ketika saya mencari sesuatu, eh saya malah mendapatkan hal lain. Bulan kemarin saya pusing tujuh keliling karena saya berasa tersesat di tengah hutan belantara, di tengah pekerjaan, di tengah keseharian. Padahal sebenarnya saya bukan tersesat hanya saja saya tiba-tiba terbuka matanya. Itu euforia saya terbuka matanya. Saya terbuka matanya bahwa ternyata selama ini saya terlalu serius dengan jalan di depan saya, hingga saya lupa tengok kanan kiri, dan begitu saya merasa bosan dengan jalan di depan saya dan menengok kanan kiri, lalu saya jadi jengah.

Saya menemukan sesuatu yang penting untuk saya pribadi, yakni sebenarnya saya bisa melakukan keduanya. Baik serius melangkah dengan keseharian saya ataupun lihat-lihat pemandangan dengan hobi dan kesukaan saya. Jadi intinya adalah jangan serius- serius lah, Metta, lemesin dikit aja gitu. Cari balance nya. Men... jawabannya adalah mencari keseimbangan. 

Bukan berarti mencari frekuensi yang sama itu tidak baik, namun sudah seharusnya nggak sih kalau saya belajar membaur dengan frekuensi yang lain. Tidak usah selalu harus sama frekuensi kan? Ada kalanya berbeda frekuensi menjadi sebuah keunikan tersendiri. Berkreatifitas sendiri jadi lone ranger. Jadi solo traveler yang bisa dinikmati sendirian. Mungkin sesuatu yang indah tidak harus melulu dinikmati beramai-ramai kan? 

Lalu akhir-akhir ini saya menemukan website kumpulan opini satir, artikel cerdas astagaaaanagaaaaa bahagianya saya bisa menemukan dunia lain ini. Gila saya selalu terkagum-kagum dengan orang kritis dan pintar. Heran mereka makan apa sih ya? 

Astaga, melihat mereka yang kritis dan pintar di sana sini saya jadi berasa dungu sekali. Dan merasa kuraaaaang sekali dengan apa yang saya tahu. Duh, harus banget ini catch up dan mulai belajar dan baca ini itu. 

Hingga misalnya suatu saat ada orang iseng yang tanya tentang arti teori kelas milik Karl Marx saya bisa jawab gitu. 


4 comments:

  1. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
    Sepertinya mengalami Serendipity ya. :)

    Kalau boleh tau website yang dimaksud apa? Jadi tertarik mau baca juga kalau banyak tulisan yang cerdas :)
    ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬

    ReplyDelete
  2. @ron haii ron, iya semacam itu lah yaaa kalau dipikir-pikir. Baca deh mojok.co ... modelnya kayak opini orang-orang tentang issue terhangat dari berita politik sampai gosip :p

    ReplyDelete
  3. @gadis : Website yang bagus, aku biasanya baca-baca Ted.com

    Banyak ide menarik dan kreatif serta topik2 hangat dunia :)

    ReplyDelete
  4. oh ted yaya itu bagus juga yaa mencerahkan. terima kasih untuk rekomendasinyaaaa, ron :)

    ReplyDelete