18.8.15

Permintaan



pic: metta


Saya sedang getol meminta kepada Tuhan, merayu dan terkadang sedikit memaksa. Permintaan saya pada awalnya cuman satu lalu lama kelamaan mengapa jadi beranak pinak ya? Saya juga agak bingung. Iya saya memang serakah. Sudah mau ini eh lihat yang itu saya juga mau. Semoga Tuhan masih sabar dengan anak perempuannya yang satu ini.

Pernah tahu dengan sebuah pepatah yang bunyinya begini "Manusia berencana dan Tuhan yang menentukan?" Menurut kamu benarkah demikian yang terjadi? Kalau begitu apakah Tuhan tidak pernah memberikan pilihan pada kita untuk memilih? Menurut saya Tuhan memberikan begitu banyak pilihan dan kita punya kehendak yang bebas. Lalu bagaimana dengan yang namanya 'kehendak Tuhan'. Saya juga belum tahu sih jawabannya apa? Haha!

Tapi begini, saya rasa seharusnya pepatah itu berubah menjadi "Saya dan Tuhan bersama-sama berencana dan bekerja". Menurut saya entah mengapa rasanya ini lebih tepat. Sehingga kita bersama-sama menentukan, bukan hanya sepihak saja. 

Saya hanya mau berkata bahwa saat ini saya sedang dalam masa meminta dengan sangat sebuah permintaan. Dan terkadang saya tidak mengerti kenapa ya kok belum dikabulkan? Kenapa ya kok tidak sesuai dengan rencana saya? Apakah ada yang terlewat dan saya belum menyelesaikan prosedurnya, atau bagaimana ya? 

Sebenarnya saya jadi ragu apakah saya berhak ya atas keinginan saya ini? Dan saya sedang serius meminta untuk yang satu ini. Ketika kita meminta dan kita sedang menunggu jawaban saya jadi ragu, benar tidak ya jalan saya selama ini. 

Namun saya percaya bahwa jikalau sampai hari ini saya masih hidup semata-mata karena Dia setuju dan melindungi. Bahwa sebenarnya ada tangan-tangan yang bekerja untuk tetap menjaga saya dan membuat segalanya tepat indah pada waktunya. Dan memang karya Dia melampaui pikiran dan indera manusia. Dan kalau Dia hanyalah konsep, betapa Konsep ini tidak bisa saya jangkau dan saya uraikan dengan otak saya ini. 

Inilah saya dengan semua doa-doa yang dibisikan malam-malam. Yang mungkin hanya bergetar rendah di dinding kamar dan gaung energinya ditangkap semesta dan direkam. Hingga nanti pada suatu persimpangan waktu dan berkat pun turun, semua ini akan ada jawabannya dan dilancarkan segala sesuatunya. 

Akan tiba saatnya saya dan kamu tumbuh menjadi pohon rindang dan berakar kuat. 


No comments:

Post a Comment