Konklusi Akhir Pekan

Saya sedang membaca sebuah buku judulnya The Happines Project. Saya mengambil buku itu untuk dibaca karena akhir-akhir ini saya bertekad untuk mengubah hidup saya. Sering kali saya merasa bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja, tanpa akhirnya bisa belajar sesuatu dari situ. Lalu pada akhirnya saya berandai-andai, seandainya saya bisa berada di pantai, menikmati sunset, mendengarkan lagu yang saya suka, membaca buku dan menulis, hidup saya pasti akan lebih baik. Itu yang setiap kali saya pikirkan setiap kali saya duduk di bus menuju kantor. Jelas dengan pikiran ini saya sedang 'tidak bahagia'. Saya tidak menemukan hal yang menarik di hidup saya akhir-akhir ini. Semuanya mundane. 

Ketika saya masih kuliah, saya punya anggapan bahwa happines is a state of mind. Itu sesuatu yang ada di pikiran kita bukan apa yang kita punya. Semudah bahwa sebenarnya pikiran itu bisa diperdaya untuk merubah hidup. Jikalau saya terus menerus berpikir bahwa saya tidak suka dengan hidup sekarang yang saya jalani ini, maka saya akan terus terusan merasa bahwa saya tidak bahagia.

Lalu akhirnya, saya memilih untuk membaca buku The Happines Project ini. Saya meneropong bahwa kerap kali saya melewatkan 'syukur' untuk apa yang saya punya. Saya melewatkan bahwa saya memiliki hal lain yang sebenarnya bisa dikembangkan. Menyadari bahwa kita memiliki sesuatu yang bisa kita 'berdayakan' hingga akhirnya membuat kita jadi semangat.

Saya mempunyai project baru untuk hidup saya karena saya tidak ingin menjadi orang yang lesu dalam hidupnya lalu nanti dengan menghela nafas akan berkata 'Saya belum melakukan apa-apa untuk mimpi saya.' Ouch, tragedi.

Langkah awal untuk menciptakan sesuatu yang baru selalu tidak mudah. Dan saya lakukan mulai dari diri sendiri dan bisa kelihatan yakni memotong rambut. Oke, simple tapi saya sudah senang dipijat-pijat kepalanya dan mendapat potongan rambut yang lebih fresh. Semenyenangkan bau rambut yang wangi sehabis keramas. Saya sudah senang. Ternyata bahagia itu sederhana.

Melihat gambaran saya yang memang pada dasarnya cepat bosan, membuat saya harus extra keras mencari sesuatu yang baru agar saya lebih tertarik dengan hidup. Sebenarnya dengan demikian saya belajar untuk lebih mengenal diri sendiri dan menerima kalau saya mudah bosan. Jadi, saya harus lebih aktif dari orang lain. Eh, gitu gak sih?




Comments

Popular Posts