Hidup ini lucu


Akhir-akhir ini sedang berpikir bahwa sebenarnya hidup ini lucu sekali. Sebentar hujan sebentar panas, sebentar khawatir sebentar tidak peduli, sebentar senang sebentar sedih, sebentar tertawa sebentar marah, sebentar bersyukur sebentar mengeluh.

Mungkin sebenarnya hidup ini terdiri dari berbagai macam segmen seperti dalam parodi-parodi di TV. Ada durasinya, ada waktunya dan ada alur ceritanya. Dan sebenarnya alur ceritanya sudah ada yang mengatur. Alurnya entah akan mengejutkan atau lempeng-lempeng saja. Tapi saya yakin pasti di luar ekspektasi manusia. Mungkin karena itulah manusia jadi takut memiliki ekspektasi. Takut kecewa, katanya.

Bagian terlucunya adalah terkadang tokoh-tokoh dalam hidup itu datang pergi. Mereka bertemu silih berganti namun belum tentu akan berperan dalam satu segmen parodi yang sama lagi. Mungkin alur yang membuat mereka bertemu dan terlibat dalam sebuah cerita. Lalu entah bagaimana mereka harus tidak bertemu lagi karena memang durasi sudah habis atau sudah selesai saja masa untuk bersamanya.

Lalu manusia? Hanya bisa mengikuti alur jalan ceritanya saja. Namun percayalah bahwa segala sesuatunya sudah ada yang mengatur. Kalau dengan siapa pun kamu akan bertemu kelak pasti akan mengantarkan kamu pada seseorang yang akan 'stay' bukan hanya datang lalu pergi lagi. Di situlah kamu diajarkan untuk kuat.

Entah bagaimana kamu berharap untuk bisa kembali ke segmen sebelumnya, tidak akan bisa. Dia mungkin tidak menghilang atau pergi, namun semata-mata waktu kamu dengannya sudah selesai. Tidak peduli sudah berapa lama bersama. Suka atau tidak suka.





'Dan semoga semua kehilangan itu fana dan terganti.
Entah kapan.
Dalam bentuk yang lain.'





Comments

Popular Posts