6.3.14

Surat Cinta 20#: Ada apa?

Hai.

Apa kabar? Saya tidak tertib dalam menulis 30 Hari Menulis Surat Cinta. Sibuk. Atau mungkin memang tidak menyempatkan diri untuk menulis saja. Padahal orang-orang lain sudah kelar dengan proyek ini. Tapi saya stuck di surat cinta ke 20 ini. 

Banyak hal yang mau saya tuliskan. Otak saya penuh sekali dengan berbagai macam pemikiran dan ide-ide. Banyak hal yang maju mundur melintasi pemikiran saya. Jadi begini, saya merasa akhir-akhir ini saya sedang menghindar. Saya sedang menghindar dari berbagai macam hal yang membuat saya sedih. Saya merasa rasa sedih itu lebih baik dihindari. Dengan tidak membuka internet, tidak aktif, sibuk dengan diri sendiri. Saya rasa itu sangat membantu.

Pernahkah kamu merasa bahwa terkadang media sosial itu hanya membuat kamu sedih saja? Seperti rasanya kamu tinggal di suatu dunia lain dan rasanya itu tidak sehat kalau melulu kamu berhubungan dunia maya. Sekarang saya sedang tidak tertarik dengan media sosial. Karena setiap kali melihat facebook dan media sosial lainnya saya sedih.

Apa sedihnya? Sedih kalau ternyata sebenarnya kemudahan dari media social itu tidak akan bisa memperbaiki relasi yang memang harus terputus. Ya kan? Seperti kalau waktu sudah selesai.... ya selesai saja. Banyak hubungan yang berakhir seperti itu, dan pada akhirnya bukannya bertanya apa kabar pada si subject malah melihat media socialnya seperti blog, twitter atau facebook. Padahal kamu setengah mati ingin tahu kabar dia. Tidakkah kamu merasa itu aneh. Dan akhirnya kamu mencukupkan diri dengan hanya melihat facebook. 

Sebenarnya bukan salah media social, dia hanya sebagai alat penyambung saja, agar mempermudah suatu jalinan komunikasi dan relasi. Tapi terkadang itu menjadi tidak sehat karena terlalu banyak informasi yang kita ketahui, yang seharusnya bersifat privasi. Mungkin ini hanya karena saya saja sedang tidak tertarik dengan media social lagi. Atau karena saya sedang ngambek karena atas sebuah situasi yang mengharuskan saya untuk putus relasi dengan seseorang. Itu sebenarnya keadaan kita saja, sudah putus. Tidak ada hubungannya dengan media social. 

Saya sedang muak saja dengan media social. Saya tidak mau tahu apa-apa.
Saya sedang mau jauh-jauh dari media social. Dan tidak peduli.


No comments:

Post a Comment