Surat Cinta # 9: Untuk teman tidur yang asyik

Hallo.

Geli-geli, kalau kamu bukan bantal, pasti kamu kurang lebih berumur 25 tahun. Kalau kamu bukan benda mati pasti kamu berjenis kelamin laki-laki. Saya juga tidak tahu mengapa kamu berjenis kelamin laki-laki. Pokoknya kamu begitu. 

Kalau kata orang, mempunyai suatu barang yang terlalu kamu sayang itu namanya 'sakit jiwa'. Itu adalah tanda kejiwaan. Berarti saya sakit jiwa? Ah... tidak apa-apa, asal saya punya kamu, Geli-geli. Saya juga tidak tahu mengapa saya menamakan kamu Geli-geli? Kurasa karena disekitar kamu ada renda-renda yang kalau diusap bikin geli. Jadilah namamu Geli-geli. Saat saya masih kecil sekitar umur 1 tahun, betapa saya suka elus-elus kamu kalau sedang ngedot.

Sekarang? Oh saya jelas sudah tidak ngedot lagi. Tapi saya tetap butuh kamu, Geli-geli. Kamu mempunyai suatu kekuatan magis yang membuat saya nyaman memeluk kamu. Kamu itu tidak berkata-kata namun hadir. Seperti suatu kenyamanan tanpa banyak cingcong. Terkadang hal-hal yang membuat kita nyaman bukanlah suatu yang mewah, bukan sesuatu yang materi. Kenyamanan itu perihal perasaan. Ketika kamu nyaman, apa pun itu selama dia ada, kamu nyaman. Seperti suatu poros gravitasi yang saling tarik menarik. Dan kamu tidak akan sanggup untuk tidak terus-terusan mencari rasa nyaman itu.

Saya tahu sih, kalau saya agak kebangetan kalau tidak bisa tidur jika tidak ada kamu yang bisa saya elus-elus. Tapi....  hei, saya sudah terbiasa kok tidur tanpa Geli-geli. Bisa tidur. Namun selalu ada yang kurang. Saya ingat saat saya sedang kuliah di Taiwan pada saat Junior Year saya memutuskan untuk meninggalkan Geli-geli di rumah. Saya mau lepas dari sikap kekanakkan saya. Dan alhasil, selama satu tahun itu saya tidur tanpa geli-geli. Bisa. Tapi terkadang setiap hari saat tengah malam, tangan saya tanpa sadar mencari-cari geli-geli. Lalu barulah saya sadar, kalau Geli-geli saya di Indonesia. Hati saya mencelos rasanya. 

Geli-geli itu memang sekarang sudah 'dedel-duel' sudah tidak ganteng lagi. Sudah sering menjadi objek iler saya, lap air mata saya, ketika menangis diam-diam di malam hari sampai ketiduran. Tapi saya memiliki hubungan batin dengannya. Benar menurut penelitian, di badan seorang dewasa terdapat jiwa anak-anak yang akan selalu dibawa kapan pun itu.  Kalau Geli-geli itu bukan benda mati pasti dia adalah pria yang sabar setengah mati mendengarkan keluh kesah saya, kekhawatiran saya, tangis patah hati saya pada pria A, B, C. Pasti dia banyak yang naksir. Lalu nanti saya cemburu.

Hei, Geli-geli terima kasih karena menemani saya selama itu. Sampai kamu harus dicuci berkali-kali dan dijahit berkali-kali. Saya cintaaaaaa sekali sama kamu, Geli-geli.





" Dan kamu adalah teman tidur yang asyik."


Comments

Popular Posts