8.2.14

Surat Cinta #8: Untuk dia di suatu hari nanti

Hai.

Ini hari Sabtu yang beruntung karena bisa leha-leha di rumah. Saya jadi pencinta weekend semenjak bekerja. Saya men-treasure weekend. Kalau kamu bagaimana? Apakah kamu sedang sibuk dengan pekerjaanmu atau kau sedang terduduk di meja kerjamu karena lembur? Ataukah kamu juga sedang leha-leha duduk santai bermain dota, malas bermain di luar karena hujan?

Kamu itu seperti apa ya? Bisa tolong sebutkan ciri-cirimu? Apakah mungkin kamu itu berkumis? Karena saya suka pria berkumis mereka macho. Apakah kita sudah pernah bertemu dan berkenalan sebelumnya? Atau kamu itu pernah duduk di stasiun MRT sebelahku? Atau sebenarnya kita sudah ada di suatu tempat yang sama namun kita tidak sadar karena belum saatnya untuk bersama? Mengapa kita harus terus menerus rahasia ya? Jalan  seorang gadis dan pemuda itu hanya Tuhan yang tahu. Itu top secret. Dan pada akhirnya frekuensi kita akan saling tarik menarik lalu kita tersadar bahwa kita saling menemukan. Bukan masalah siapa menemukan siapa, tapi kita dipertemukan. Itu saja.

Aku sedang mengira-ngira mungkin kamu itu pemusik yang sibuk dengan gitar dan pianomu, lalu kamu suka membuat lagu-lagu dari puisi. Lalu aku akan betah berlama-lama menatapmu bernyanyi dan bermain gitar. Atau kamu adalah seorang jurnalis yang aktif menulis. Eh... kita jadi punya hobi yang sama, menulis. Seperti yang dikatakan orang banyak, jatuh cintalah pada laki-laki yang suka menulis. Mereka romantis. Mereka perayu ulang. Pada dasarnya siapa juga yang tidak suka dirayu, ya kan? Tapi jikalau kamu bukan seorang penulis tidak jadi soal untukku. Aku akan menulis banyak, banyaaaak... untukmu. Atau kamu adalah seorang pelukis. Jiwa seni mengalir dalam darahmu. Bau tubuhmu cat lukis. Aku suka bau itu. Khas. Lalu rambutmu panjang bergelombang dan kadang kamu cepol. Ataukah kamu adalah pekerja kantoran yang sering berangkat pagi terburu-buru, mencium keningku lalu berangkat kerja karena takut macet?

Aku belum tahu kamu siapa. Ataukah kita sudah saling mengenal? Semoga suatu hari nanti saat kita bertemu, kita saling tahu, yah. Semoga saat itu adalah hari di mana pertanyaan-pertanyaan kita terjawab. Dan sulitnya mencari kamu bisa terbayar dengan sebuah pertemuan. Lalu kita tidak lagi saling mencari. Lalu kau adalah laki-laki yang Tuhan ciptakan untukku.

Hingga aku pun ingin segera : pergi makan malam denganmu, mengobrol sepanjang makan siang denganmu, berjalan bergandengan tangan, menonton bioskop denganmu, pergi ke gereja denganmu, melihat kota Bandung saat malam denganmu, bertemu denganmu di ujung hari setelah lelah seharian bekerja, bersamamu selalu hingga kita berdua gendut dan bergelambir. Lalu aku akan memandang matamu yang teduh dan tenggelam di dalamnya. Dan kau memandang mataku yang berbinar karena tersedot melihatmu. Lalu aku mencintaimu. Dan kau mencintaiku.



pic: weheartit









"Sekarang kau sedang apa? Semoga Tuhan selalu menjagamu."


No comments:

Post a Comment