7.2.14

Surat Cinta #7: Kangen



Kangen itu menelusup diam-diam dalam rinai hujan di luar. Dia akan membuat kamu tidak berdaya. Kangen itu seperti mesin waktu yang akan mengulang semua kenangan. Padahal kenangan itu hanya untuk diingat bukan untuk diingat-ingat. Semua yang bentuknya pengulangan seperti pada kata 'diingat-ingat' itu berbahaya. Karena tandanya dia banyak. Maka harus hati-hati.

Kangen itu cukup sedikit saja. Dia seperti garam. Tidak ada garam makanan tidak enak, namun kalau kebanyakkan itu merusak rasa. Mungkin kangen itu salah satunya.

Kita mempunyai kangen yang berbeda untuk semua orang yang kita kenal. Dan kita harus waspada pada kangen yang seperti ini: kangen tapi gengsi. Kamu setengah mati kangen dan kamu tahu itu, tapi kamu gengsi mengatakannya. Kamu terlalu gengsi harus mengaku kalau kamu kangen. Jangan seperti saya yah. Itu tidak enak. Rasanya seperti anak kecil yang egois tidak mau berbagi. Ada baiknya kalau kangen itu dibagi. Jadi kita tidak overdosis kangennya.

Begitu.

No comments:

Post a Comment