Surat Cinta #4: Hai Sedimensenja

Dear Sedimensenja,

Hai kenalkan saya gadispayungkuning. Sebenarnya saya baru menemukan twitter kamu seminggu yang lalu haha! Saat itu saya sedang mencari sebuah quote di google. Dan kamu tahu apa? Saya menemukan cuplikan quote kamu. Begini bunyinya:
Karena kelak yang kita cari adalah orang yang membuat kita berhenti mencari.
Melihatnya saya jadi terdiam menerawang komputer saya. Oh, iya saat itu saya sedang iseng browsing di kantor. Ssstt...jangan bilang siapa-siapa ya. Sampai mana tadi? Oh iya. Quote yang kamu tulis itu 'nendang' banget. Saya tidak tahu sih ada cerita apa dibalik sebuah quote yang kamu buat itu, tapi saya yakin dibalik kata-kata itu ada sebuah cerita, ada sebuah memori, ada seorang sosok. 

Saya rasa diumur-umur kita ini, kita sedang kebingungan mencari. Tidak hanya pasangan hidup tapi juga masa depan. Kita memang masih muda dan terkadang menjadi muda melelahkan karena tidak ada pengalaman, bingung, hilang arah, bocah ingusan. Tapi hei.... setelah saya pikir-pikir, kita masih punya energi yang menggebu-gebu dan semangat muda yang naif. Kita lebih optimis dari pada mereka yang berumur matang. 

Dalam proses pencarian itu sering kali kita keliru 'membaca' pertanda. Kita pikir dia adalah yang terakhir tapi ternyata...TETOT. Maaf anda salah. Lalu kembalilah kita di pencarian lainnya. Tadi malam saya berpikir kalau dalam mencari 'dia yang tepat' itu seperti sebuah siklus berulang. Kenalan, ketertarikkan, mengenal, menyukai, sayang, patah hati, menangis, lalu ulang dari awal lagi. Ya gak sih? Lalu hati kita terluka lalu kembali dibebat, kembali diobati dan diperban. Atau mungkin hati itu sebenarnya untuk terluka? Mungkin.

Ngomong-ngomong, saya suka tulisan kamu. Diksi yang kamu gunakan tepat dan menggambarkan rasa. Saya rasa kamu bisa jadi penulis hebat. Semangat yah, untuk semuanya.Untuk pencarian cita dan cintanya. 
Terima kasih sudah berbagi lewat tulisan, sangat menginspirasi! 


Salam kenal,


gadispayungkuning



Comments

Post a Comment

Popular Posts