2.2.14

Surat Cinta #2: Untuk Perempuansore

Dear Perempuansore,

Surat cinta yang kedua ini,  saya pilih kamu karena saya suka membaca garis waktu kamu di twitter. Menurut saya sangat menginspirasi sekali. Saya tahu kalau saya jadi semacam stalker. Maka itu saya mau "ngaku" sama kamu, kalau saya suka diam-diam membaca. 

Dalam surat ini saya mau bilang, kalau kamu sangat keren, Perempuansore. Bawa kalau kita hidup, kita harus bisa memberi dampak untuk orang lain dan menginspirasi orang lain sehingga pesan-pesan yang kita bawa ke dunia ini tersampaikan. 

Oh iya. Ada tulisan kamu yang benar-benar menyentuh buat saya yakni ketika kamu menuliskan tentang pertemuan. Terkadang kita tidak pernah mengerti mengapa kita dipertemukan oleh beberapa orang yang ternyata hanya selewat saja dan kita menangis-nangis karenanya. Seperti yang kamu tulis, Perempuansore, "Izinkanlah hidup mengejutkanmu." Mungkin memang kita tidak harus tahu segalanya, karena hidup itu misteri. Semisteri itu untuk mengungkap sebuah pertemuan satu dengan yang lainnya, entah berakhir dengan baik-baik saja ataukah malah ada banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Lalu beceklah pipi saya ketika membaca paragraf tulisanmu ini: 
Hari dimana kau dipertemukan—mungkin adalah hari dimana kau lupa pernah kehilangan panjang. Dengan siapa—entah.
Terima kasih, Perempuansore, saya berhutang terima kasih padamu karena kamu menulis begitu cantik dan manisnya hingga saat membacanya saya pun berlinangan air mata. Kamu menulis dengan hati sehingga saya pun bisa membaca bahasa hati itu. Terus menulis dan menginspirasi ya, Perempuansore! 


Salam,

gadispayungkuning


No comments:

Post a Comment