24.2.14

Surat Cinta #19 : Untuk dia yang sudah keluar dari hidup saya

Hai.

Rasanya saya sudah bisa bernafas kembali. Semenjak saya melepaskan entah mengapa saya jadi semakin bebas. Saya merasa bebas sebebas-bebasnya dan tidak takut oleh apa pun. Kembali lagi menulis tentang kamu rasanya aneh. Karena rasanya seperti kita ini terpisah menjadi dua. Kamu dan aku. 

Saya merasa ada baiknya jika saya tidak perlu terus menerus bernafas untukmu. Saya pengap berbagi oksigen denganmu. Saya sekarang punya oksigen sendiri. Saya bisa bernafas sendiri. Saya rasa kamu pun tidak akan mati jikalau saya tidak memberi oksigen untuk kamu. Kamu bahkan tidak tahu saya diam-diam adalah relawan oksigen kamu, kan?

Sudah lama saya tidak punya perasaan seperti ini. Tidak ada rasa perlu untuk berbagi rasa. Perasaan saya ini punya saya sendiri tidak untuk ditujukan pada siapa pun. Oh ternyata ini enak sekali.

Tapi ada rasa yang aneh, bagaimana mungkin hidup saya rasanya jadi serasa terbalik. Dulu pikiran akan kamu adalah hiburan manis saya saat sedang bekerja. Saat saya sedang bosannya bekerja dan penyesuaian kerja. Saya suka pergi ke suatu tempat dalam salah satu labirin otak saya dan berpikir tentang kamu. Namun mengapa sekarang rasanya kebalik. Saya mulai menyukai bekerja, saya suka pekerjaan ini. Ya.... bukan suka seperti itu. Saya merasa saya sudah mendapatkan sedikit ritmenya dan mulai mengenal dunia kerja. Lalu tiba-tiba bekerja jadi tempat saya untuk melupakan kamu. Untuk mengisi otak dan hati saya dalam pekerjaan dan menjadi pekerja kebanyakkan, 9 jam bekerja, pulang, istirahat, tidur, bangun, dst. Berulang-ulang. 

Mengapa kini saya sembunyi di balik pekerjaan saya. Saya mulai suka menenggelamkan diri saya sendiri dan berharap saya lupa. Dan memang menjadi lupa. Aneh. 

Hidup ini aneh. Sesuatu yang kita suka, tidak bisa kita lepaskan sedikit pun dari otak kita, malah jadi sesuatu yang kita hindari karena menyakitkan. Sedangkan sesuatu yang kita hindari dan kita tidak sukai malah jadi sarang pelarian diri. 

Ternyata melepaskan itu bisa membuat hatimu bebas. 

pic: tumblr


Dan tidak perlu terburu-buru mencari yang baru.


1 comment:

  1. berlindung dibalik ke(sok)sibukan
    berharap tidak ada celah tempat kamu kembali menyelinap.

    ReplyDelete