Surat Cinta #17: Untuk hal-hal gila yang dilakukan

Hai.

Pernah melakukan hal-hal gila dalam hidupmu? Pernah? Pasti pernah. Kalau tidak pernah, berarti kamu hidup di garis aman yah? Kasihan. 

Seberapa intense-kah kehidupanmu itu hingga akhirnya kamu memutuskan untuk melakukan hal-hal gila? Eh, sebentar sebelumnya saya mau tanya dulu, hal-hal gila menurut kamu itu seperti apa? Ini pertanyaan terlalu subjektif sih memang karena setiap orang pasti mempunyai kadar gila masing-masing. Kalau begitu saya akan membatasi bahwa hal-hal gila ini maksudnya 'Sesuatu yang membuat kamu bersemangat, bergairah, bahagia, sesuatu yang positif, tidak menyusahkan orang lain, sesuatu yang impulsive dan sifatnya sesuatu yang kamu lakukan untuk mengejar mimpi kamu.' Demikian. Bagaimana? Kita sudah sepaham kan?

Saya berusia 23 tahun dan menurut saya itu adalah usia awal mematangkan diri. Saya suka menjadi dewasa karena jadi remaja tanggung itu tidak enak. Di umur segini menurut saya, itu adalah umur-umur awal menjadi produktif  untuk mengejar passion dan panggilan hidupnya. 23 ini adalah awalnya saya berkenalan dengan realita. Bahwa pemahaman saya sampai sekarang ini, kalo bekerja mencari materi dan passion itu tidak bisa digabung. Itu terpisah. Setidaknya itu pemikiran saya saat ini. Saya tidak tahu kalau 10 tahun lagi saya akan menulis di blog ini dan menyanggah statement saya itu. Yak, lanjut. Passion itu ternyata butuh kucuran dana untuk bisa digeluti sehingga bekerja itulah yang mendanai passion. Ada yang keberatan? Tunjuk tangan! Bagaimana kalau ada orang yang bekerja sesuai passion mereka? Hmmmm.... tapi kerja itu kadang menyebalkan. Passion itu sesuatu yang kamu suka. Saya tidak kebayang bagaimana itu bisa jadi satu. Mungkin kalau saya, itu jadi tidak menyenangkan lagi. Setidaknya itu pendapat saya di umur 23 ini. Demikian.

Kembali pada hal-hal gila. Pagi ini, saat saya berangkat ke kantor, saya sedang berpikir, ' Mau di bawa ke mana hidup saya ini?' Hahahahahahaha! Men oh men, masih pagi kali. Lalu tiba-tiba saya melihat ada bus lewat dan berhenti sejenak. Kenek keluar dan memanggil penumpang. Lalu saya berpikir, 'Weittssss.... gimana kalo saya ngabur aje nih. Naik itu bus, ke mana kek, sendirian. Cari udara segar, duduk-duduk di taman, memperhatikan orang lain, makan-makan, ngobrol dengan orang asing, menikmati perjalanan di bus, mendengarkan lagu, terus sore pulang. Nyet....seru nyettt! Yuk, ah!' Lalu apa yang terjadi saudara-saudara? Saya pun menoyor kepala saya sendiri ' Bego ah, Met. Lo musti gawe tau! Udah jangan macem-macem impulsive gini. Udah gede.' Lalu saya senyum-senyum sendiri. 

Sebenarnya itu adalah ide cemerlang untuk melakukan hal-hal gila. Tapi itu namanya menghindar dari tanggung jawab dan komitmen saya untuk kerja. Saya jadi berpikir mungkin ada kalanya suatu hari nanti tanggung jawab dan komitmen itu akan jadi semakin banyak di pundak kita. Bahwa ketika kita semakin dewasa ya harus bertanggung jawab dengan segala komitmen yang ada.

Jadi kita kehilangan momen untuk melakukan hal-hal gila? Mungkin tidak. Hanya saya otak kita tidak seimpulsive dulu. Ada beberapa hal yang kadarnya jadi berkurang. Namun ada kalanya kita harus melakukan hal-hal gila agar kita merasa tetap hidup.  Hidup itu cair, dia mengalir dan mengisi sesuai wadahnya. Kita harus fleksibel sesuai wadah. Dengan begitu kita tidak akan stress dan enjoy the ride.

Oh iya. Hal-hal gila itu tetap bisa kita lakukan loh ya, dengan catatan harus kita lakukan dengan tanggung jawab dan kesadaran penuh. Dan hal-hal gila demi meraih mimpi dan cita-cita itu sifatnya harus dilakukan. Kamu harus kejar mimpi dan cita-cita kamu. Karena cuman kamu satu-satunya orang di bawah langit ini yang mempunyai passion itu, panggilan itu dan tugasmu adalah mewujudkannya. Seperti misalnya, hanya ada satu Cicilia Metta Asriniarti di dunia ini yang mempunyai pribadi seperti ini, fisik seperti ini, pemikiran seperti ini yang mempunyai passion dan panggilan sebegininya. Itu yang harus dipegang.

Kamu itu hanya satu loh di dunia ini,  hanya kamu satu-satunya yang ditunjuk Tuhan  dengan karakteristik sendiri untuk punya passion apa pun itu, dengan panggilan apa pun itu, dan itu jadi misi kamu di dunia ini. 



pic: dari sini





Dan sewaktu-waktu entah kapan, kamu mati lalu ditanya Tuhan:

'Sudahkah kamu memakai semua talenta kamu untuk mengejar passion, mimpi, dan panggilan hidup kamu?' 

Kamu mau jawab apa? 






Comments

Popular Posts