Surat Cinta #15: Untuk perasaan yang biasa-biasa saja


Adalah suatu hal yang aneh apabila saya memiliki perasaan yang biasa saja. Lempeng seperti jalan tol. Lurus saja dan tidak ada keinginan apa-apa. Pasti sesungguhnya perasaan itu sudah terlalu capek untuk menjadi perasa dan emosional. Mungkin ada baiknya kalau perasaan itu biasa saja. Datar saja. Tidak perlu terlalu pahit dalam menjalani apa yang membuat kamu sedih. Menaruh perhatian saja cukup. Tidak perlu terbawa karenanya.

Mungkin perasaan seperti ini karena sudah bosan. Lebih baik kita menjadi biasa-biasa saja. Cukup menaikkan alis dan dalam hati berkata ‘Oh, okesip.’ Mungkin ada baiknya kalau kita tidak perlu lebay dalam menangani sesuatu. Bahwa segalanya akan jatuh ke muaranya sendiri. Air dari mana pun akan mengalir lagi ke laut. Mereka akan bertemu lagi di laut. Kalau sudah pasti akan terjadi mengapa harus terus bertahan.

Memang lebih baik menerima dan menjadi biasa-biasa saja. Toh sudah terbiasa. Cukup diterima, dilihat, dirasa dan diperhatikan, dirasakan sakitnya, lalu perasaan sakit itu akan berlalu begitu saja tanpa harus menjadi awet.








Kalau semua orang biasa saja dan menerima,  pasti rumah sakit jiwa sepi dan psikiater gulung tikar. 

Comments

Popular Posts