13.2.14

Surat Cinta #13: Matahari Pagi itu Bulat


Sebelum berangkat kantor , mendung. Langit gelap sekali seperti tidak akan ada matahari yang muncul untuk hari itu. Seolah ini adalah hari di mana matahari sudah mulai bosan menjadi matahari dan hanya ingin bergelung santai di antara selimut hangat gerimis itu.

Ya. Matahari pasti punya saatnya ketika dia ingin bolos barang sehari saja tidak untuk menjadi dirinya sendiri. Barang sesekali menjadi egois dan tidak usah memikirkan orang lain. Sesekali memperhatikan diri sendiri dan mengerti bahwa diri sendiri juga memerlukan perhatian khusus. Mungkin terkadang diri sendiri itu perlu untuk didengarkan apa yang dia rasa, apa yang dia pikirkan. Mungkin memang hidupnya sedang membosankan seperti itu dan banyak drama. Mungkin harus ada me-time.

Namun sepertinya matahari tidak seegois itu. Pagi itu jam setengah tujuh dia bersinar bulat. Warnanya kuning kemerahan. Awan sekitarnya berwarna jingga. Cahayanya emas dibawah embun basah. Matahari pagi itu bulat. Besar.

pic: Metta
Taiwan, 1st January 2013








Seperti telur ceplok.

No comments:

Post a Comment