27.3.13

Manusia Kini Tidak Menunggu Senja


Sudah berapa kali senja yang kau lewatkan tanpa duduk santai, membaca buku, menyilangkan kaki, menikmati suara burung gereja dan memandang langit sore. Sementara kau sibuk sendiri dengan alat elektronikmu mencari eksistensi diri di dunia maya, mencari pembenaran dari orang lain dan pengakuan bahwa kamu itu ada. Bahwa faktanya kamu jadi malu sendiri karena sebenarnya teman-teman dekatmu adalah alat elektronikmu.

Lalu kamu duduk untuk minum kopi dengan temanmu tapi kamu malah tidak berbicara tapi malah asyik menyentuh layar ajaib dan memeriksa jejaring sosial temanmu berharap agar kamu terhubung, padahal untuk ngobrol santai dan menjadi manusia yang kehadirannya 'kini' saja kamu tidak bisa. Atau mungkin ini hanya saya saja yang gaptek dan ketinggalan zaman serta terlalu perasa dengan keadaan sekitar saya.

Kenapa yah generasi kita jadi generasi instan yang maunya semua serba cepat dan terburu-buru? Semakin mudah dihubungi, digapai, sampai kadang beberapa alasan tidak dihiraukan. Jika kamu message saya, email saya, entah mengapa harus segera dibalas, padahal kamu juga tidak bakalan mati kalau saya balasnya nanti-nanti saja. Kita ini terburu-buru dan tidak bisa menunggu. Mengapa semuanya harus cepat?

Kita lupa menikmati sekitar kita dan terlalu sibuk dengan apa yang menjadi ambisi pribadi kita. Kita bukan lagi manusia yang menunggu senja dan menikmati langit oranye dan berubah turun menjadi hitam. Tanpa kita sadari sebenarnya hidup kita ini bukanlah persoalan 'menjadi' tapi 'mencari' siapa kita ini. 

No comments:

Post a Comment