Day #20: Untuk Puisi


saya menulis puisi untuk puisi
yang selama ini menemani saya
dalam kata longgar
tak teraba dan terkias.
dibaca dengan hati
dengan arti yang kembar.
yang lancip dengan ketumpulannya
yang bias namun jelas
yang polos namun berpola.
mendefinisikan otak saya
yang bagai pesta petasan
di bulan ramadhan dan chinese new year.


metta
Kaohsiung, 21 Januari 2013
17:56, lama-lama otak saya butuh reparasi




"Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit. (Kommer, 199)- Anak Semua Bangsa, Pramoedya Ananta Toer. 


Comments

Popular Posts