30.12.12

Fotonya Dijual Terpisah

Hari ini aku ulang tahun ke 19 ahahahah boong deng. Aku ulang tahun ke-22 astaganaga angka kembar hehe moga-moga aku makin dewasa gak pecicilan loncat ke sana ke sini lagi yah :D :D

Hari ini aku dapet email dari Aga judunya: Fotonya Dijual Terpisah , dia kasih aku foto-foto unyu sekali haha ga nyangka mukaku bego bikin jijik gitu yah gemes dah. Kenapa bisa sih kelakuan kayak gitu *facepalm*  

Aga makasih banget yah fotonya i love it so much! AAAAAAAAAAAAAA cium-cium-cium sini Aga agaaaaaaa!! Pesan buat aga: moga-moga lu gak nyesel yah punya kakak kece-cantik-mempesona kayak gua :D

Sebenernya ini tuh foto model 9gag tau gak sih? Tapi gara2 gak bisa di upload di FB jadinya bentuknya mini-mini. Jadi aku taro terpisah di blogku yah. Moga-moga orang yang liat gak ayan apa kejang-kejang terus ilfil sama aku hihihi :D :D
























***

Aga dan Metta 

 Cita-cita  aga dulu jadi tukang ojek


Kaohsiung-Jatinangor 



Aga dan Abhimanyu



27.12.12

Day #13: Hari Ibu



"Ambilkan bulan, Bu...
 Ambilkan bulan, Bu
 Yang selalu bersinar di langit."

    

 Aku sudah besar, Bu
 Tak perlu lagi
 Ibu ambilkan bulan untukku

 Sekarang saatnya
 Aku ambilkan bulan,
 Untuk Ibu.


Metta
Kaohsiung, 22  Desember 2012
19:39, kelas

22.12.12

Day #12: Jarak



pic: weheartit

Ketika jarak mengada
Dan waktu tidak seruang
Kucari cara untuk memelukmu

Dari hati



Metta
Kaohsiung, 18 Des 2012
17:11, kursi biru Wenzao





20.12.12

Day #11: Pelangi



Hujan reda
Wangi tanah basah
Angin berhembus
Membelai bibirmu

Lingkar warna warni  menggantung di langit
Setelah mendung di matamu
Dan luruh di pipi
Satu-satu

'Ada pelangi biasan hujan'


Metta
Kaohsiung, 20 Desember 2012
11:32, di kamar dan yakin besok tidak kiamat


18.12.12

Day #10: Bebas Semu


pic: imgfave


Setelah berlarian
Setelah berkejaran
Waktunya diam dan bebas
Menepi di pinggir jalan
Mengurangi kecepatan

Tapi dia lumpuh
Canggung berjalan normal
Setelah terbiasa berlari
Tempo cepat

Seperti burung yang terlalu lama di sangkar
Canggung terbang
Tergagap-gagap dengan langit seluas-luasnya



Metta
Kaohsiung, 18 Desember 2012
13:47, kelas sejarah


15.12.12

Day #9: Hati



Canggung bicara
Mendadak kelu
Tiba-tiba malu
Bahagia yang terlalu
Kata terucap tak perlu

Karena hati dan hati yang menyatu




Metta
Kaohsiung, 15 Desember 2012
10:50, ruang cuci asrama



12.12.12

Day #8: Manusia Super



Bagaimana bisa
Dia tidak berbuat
Hanya diam hadir
Tapi transfer energi
Dengan kekuatan bermega-mega watt?
Dan saya menjadi utuh
Tidak butuh apa-apa lagi




Metta
Kaoshiung, 10 Desember 2012
02:11, di kamar dan skripsi




6.12.12

Day #7: Deadline


pic: favim


Jam tumpah setiap detiknya
Berlarian dengan deadline
Suara tuts keyboard tak putus
Tidak ada harum kopi untuk dihirup
Tidak ada kecup mesra ' Selamat Malam'
Doa panjang tak berujung
Dia hanya bersenggama dengan pikirannya
Setiap hari



Metta
Kaohsiung, 6 Desember 2012
11:20, di kelas bisnis jerman blaaah bosan!





5.12.12

Day #6: Desember

pic: flickr


Desember tiba menyapa
Meninggalkan November
Dengan kalender gugur
Tanggalnya kering berjatuhan
Gerimisnya meleleh di jendela
Mengecup mendung di keningmu
Memeluk dingin di dagumu
Meniupkan angin ke kupingmu

Dengan segelas susu coklat
Bersembunyi di balik selimut
Menyentuh hangat kulitmu
Lagu natal berkumandang
Lalu pantat menari goyang-goyang



Metta
Kaohsiung, 5 Desember 2012
13:11, di kamar dan skripsi




3.12.12

Day #5: Gerimis Tiada


pic: tumblr


Gerimisku telah hilang menepi
Layu di tengah aspal
Menguap menjadi awan
Berkilau menjadi pelangi
Dan dewadewi menari-nari di atasnya

Gerimisku telah bermuara
Menemukan kawanannya
Bersenda gurau
Berduyun-duyun
Kembali
Ke laut



Metta
Kaohsiung, 3 Desember 2012
23:30, di kamar dingindingin empuk




1.12.12

Day #4: Pesan


Malam ini aku bersetubuh dengan malam
Mencari kenikmatan di tarian pagi
Mengelora dengan gerimis di ujung tangan
Menulisi puisi-puisi tumpah ruah
Merangsang otak dengan uap kebebasan
Bercumbu mesra dengan idealisme

Jangan lemah, jangan pongah, kataku
Masih ada perang yang belum menang
Masih ada sisa darah di nadi yang belum mengering
Masih ada air mata yang belum tergenang

Lalu tuhan tertawa-tawa
Melihat manusia
Yang siang malam berdoa dan menangis
Meminta dan mencari dia

Pesanku satu: jangan mati
Itu saja.


Metta
Kaohsiung, 1 Desember 2012
23:14, di kamar dan deadline skripsi di ujung mata


Merekam Percakapan Sebuah Kota

Bergulat dengan hidup barangkali salah satunya adalah dengan menolak untuk terus menerus tidur-tiduran ayam di tempat tidur saat se...