30.11.12

Day #3: Kunang-kunang


pic: tumblr


Senja turun perlahan di kota
Di antara daun gugur dan hembusan angin
Kau tersembunyi di ujung malam
Melekat cahaya berbias di mata

Di balik gedung-gedung tinggi
Kau berterbangan
Bebas lepas naik turun
Kerlap kerlip
Menggoda
Mempesona

Dan lalu
HAP!
Kutangkap.



Metta
Kaohsiung, 30 November 2012
23:22, di kamar dan mencari mood mengerjakan skripsi (lagi)


29.11.12

Day #2: Bulan Jingga


Awan berarak menutupi bulanku
Kucari dibalik dedaunan kemayu
Mengintip manja lewat temaram lampu
Kutulis secangkir puisi kurayu
Bulanku

Angin berhembus rinduku
Kudekap lebih erat lututku
Menunggu dua mata bertemu
Dan aku tersipu

Bulan berwarna jinggaku
: " Kau sedang cantik-cantiknya..."



Metta
Kaohsiung, 29 Nov 2012
18:34, memandangi bulan di lapangan dan lutut kedinginan

28.11.12

Day #1 : Makan Malam


pic: tumblr


Makan malam ini sudah berlalu
Sekian tahun yang lalu
Tidak ada lagi hidangan, sudah dimakan
Wine sudah tandas diminum
Dessert sudah keluar
Band jazz kesukaanmu sudah berhenti bernyanyi

Masih menunggu apa lagi?
Cinta sudah berlalu dari meja makan ini
Buat apa lagi duduk di sini?
Buang waktu
Kadaluarsa
Basi
Pulang sana.


Metta
Kaohsiung, 26 Nov 2012
13:48, pelajaran sejarah


13.11.12

Aku dan Tuhan #1: Dialog Di Balik Selimut

pic: google 

1
" Tuhan aku tidak mau jatuh cinta. Aku takut."
Tapi Tuhan menulikan telinga
Dari orang yang ingin melarikan diri dari cinta
Karena cinta adalah Dia

2
"Tuhan tapi sulit sekali mencari sesuatu yang rasional saat mencinta."
Dan Tuhan menjawab sambil tersenyum geli
TanganNya mengelus rambutku

Karena hal yang paling rasional saat jatuh cinta adalah:
Menjadi buih dalam gelombangnya
Menjadi desau dalam anginnya
Menjadi dimensi dalam ruangnya
Menjadi darah dalam nadinya
Menjadi horizon dalam langitnya

Lalu membiarkan diri hanyut di dalamnya
Suka atau tidak suka.



Metta
Kaohsiung, 12 November 2012
00:21, di pelukan selimut


10.11.12

Pada Suatu Cinta


picture: google



Aku ingin menggambarkan indahmu
Tanpa rona jingga senja
Tanpa gerimis kecil
Tanpa laut lepas
Tanpa bening embun
Tanpa temaram bulan
Tanpa awan langit
Tanpa gugur daun
Tanpa arus nadi
Tanpa hangat nafas
Tanpa detak jantung
Tanpa ruang
Tanpa waktu

Karena kau lebih dari sekedar puisi 



Metta
Kaohsiung, 9 Nov 2012
18:11 di kursi tunggu biru depan kelas



         

Merekam Percakapan Sebuah Kota

Bergulat dengan hidup barangkali salah satunya adalah dengan menolak untuk terus menerus tidur-tiduran ayam di tempat tidur saat se...