Di hari kesehatan mental sedunia dan saya yang jauh dari waras

Hallo... puji Tuhan saya masih hidup hingga sekarang ini. Susah sekali yah cari waku untuk sekedar duduk lalu berpikir mau menulis apa lagi yah. Rasanya banyak cerita namun kok tidak sempat untuk dituliskan. Oh iya, by the way mohon maaf apabila makin hari saya makin gagap menulis menggunakan EYD yang baik dan benar. Saya agak 'kagok' dengan perbendaharaan kata bahasa Indonesia. Agak prihatin sebenarnya saya dengan kemampuan bahasa indonesia saya yang makin turun dan berbicara pun jadi 'belibet'. Semoga ibu saya gak baca postingan blog saya ini, karena beliau guru bahasa indonesia yang baik dan benar. Amin. Semoga juga beliau gak iseng dan taruh tulisan ini di komunika, lebih baik jadikan postingan yang satu ini sebagai konsumsi pribadi di blog aja.

Saat ini saya sedang disibukkan dengan yang namanya skripsi!!!! ARGHHH..... tau gak sih buat skripsi itu rasanya kayak bergulat batin dengan diri sendiri, mengalahkan setan-setan jalang dalam tubuh. Dan saya semakin yakin bahwa sebenarnya saya ini adalah ratu setan jalang. Gileeee.... baru duduk dan buka laptop rasanya setan-setan mulai membayangi dan berbisik-bisik nakal : "Metta.... tidak usahlah kau buat skripsi mu sekarang.... nanti saja... toh deadline masih lama." Man!!! Mau selesai kapan ini skripsinya, ya nona Metta! 

Satu lagi ya..... yang namanya buat skripsi itu, kita harus make sure apakah topik yang mau kamu buat itu menarik 10000000% buat kamu apa enggak. Karena walaupun memang kamu cinta mati sama topik skripsi kamu ada kalanya semangat '45 dan kecintaan pada topik kamu akan luntur bak blao di baju putih. Pokoknya rasanya dari skripsi ini saya belajar bagaimana untuk bisa jatuh cinta berkali-kali pada topik skripsi saya ini. Hadoh....sampe' capek nulisnya.

 Dan.... saya baru sadar saja kalau cinta itu butuh mekanisme, dalam artian kita gak bisa cinta pada sesuatu atau seseorang tanpa kita put effort lebih untuk bisa memelihara rasa cinta kita. Cinta tersebut hadir ketika kita berjuang lebih untuk discover: Faktor apa sih yang bisa membuat saya jatuh cinta lagi dan lagi, setiap hari? Gilaaaaaaaaaaaaa... itu susaaaaaaaaaaaaaahhhh banget! 

Nulis skripsi itu tidak seperti nulis makalah lain yang bisa asal jadi, tapi ada berbagai selipan rasa di dalamnya. Misalnya ada perasaan terbebani, karena skripsi adalah kerjaan anak tahun keempat yang sebentar lagi akan meretas ke dunia nyata. Jadi tekanan dalam menulis itu besar, dalam hati berpikiran: 'Masih kuat gak yah gue.... nulis ini skripsi yang tak berujung pangkal ini. Bisa lulus gak yah gue... tahun ini.' Dan saya mulai tidak bisa menikmati liburan-liburan santai leha-leha pasti bayang-bayang skripsi dan rasa bersalah mulai ada. Lalu ada juga perasaan seperti sedang 'hamil' yang gelisah dan was-was seperti apakah rupa 'bayi' saya nantinya ,akankah mirip saya, suami saya atau malah mirip tetangga? Gawat sekali kalau mirip tetangga. 

Selain itu saya juga merasa bahwa skripsi itu sudah bagaikan pacar yang posesif tidak memberikan ruang lebih untuk pasangannya. Pasangan yang over protective dan nguntit ke sana ke mari. Saya merasa dia berada di sekitar saya 24 jam. Seperti lagunya Maya Ahmad dengan ubahan lirik: 

Aku mau makan, ku ingat kamu
Aku mau tidur, ku ingat kamu
Aku mau pergi, ku ingat kamu
Oh skripsi, mengapa semua serba kamu


Aku sedang bingung, ku ingat kamu
Aku sedang sedih, ku ingat kamu
Aku sedang bosan, ku ingat kamu
Oh skripsi, inikah bila ku jatuh cinta


Astaganaga bundooooooo.... ampunilah anakmu yang manis ini.

Di hari kesehatan mental sedunia ini, saya merasa jaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuhhhh dari kata waras. Saya merasa saya gila dan sakit mental, tapi saya bangga kalau saya sakit jiwa dalam artian saya menikmati dan paham betul kalau saya sakit jiwa, stress dengan ini itu dan skripsi dan tetek bengeknya. Tapi saya masih berusaha kuat meski terpincang-pincang. Untuk orang lain yang merasa sakit jiwa dan jauh dari kata waras.... toss dulu dong! Bear it with me! :))



'Misalnya kau masih punya senyum kirimkanlah lewat hujan lewat embun'
-Eka Budianta-




Comments

Popular Posts