Beda Tipis

Saya juga rada bingung mau nulis apa malam-malam begini. Banyak ide tapi macet karena terlalu banyak hingga akhirnya tumpah ruah. Memang benar juga yah kata penulis kawakan yang karyanya sudah wahid di media cetak. Kalo ada ide ya tulis! Bawalah notes dan bolpen ke mana-mana. Ya sih.... saya tahu tapi kenyataannya saya bukan tipe penulis yang direncanakan dengan aturan outline. Sayangnya terlalu spontan sih! Akhirnya tulisan inilah yang merucut dari otak saya

Ansos vs Sombong
Kalau kata orang ansos dan sombong itu beda tipis layaknya jelek dan unik. Sesuatu yang jelek tidak bisa di samakan dengan unik. Namun terkadang unik diungkapkan sebagai sesuatu yang beda, diluar normal sehingga 'nampak' jelek dan terkadang kata unik ini sebagai bentuk penghalusan kata dari jelek. Nah, kembali lagi kalau ansos vs sombong? 

Ansos kependekan dari Anti Sosial. Di mana manusia yang katanya makhluk sosial lebih memilih mojok sendirian dan sibuk dengan dunianya sendiri. Saya dulu di SMA punya teman tuh namanya Adit. Si Adit ini termasuk anak pintar yang pendiam. Saya colek aja gak gerak, saya ajak ngobrol aja kalem. Si Adit ini tidak banyak berteman dan terkadang sendirian. Dengar-dengar sih males ngobrol. Jadi agenda dia setiap hari adalah sekolah lalu langsung pulang maen game. Menurut saya Si Adit ini tidak sombong hanya saja memilih untuk tidak bergaul banyak dengan orang lain. Yaaa...zona nyaman dia adalah ketika dia tidak berada dekat orang lain dan bisa menghabiskan waktu untuk semedi nyari wangsit. Tak salah dong, beda halnya dengan sombong. Kalau sombong itu yaaa angkuh. Dia tipe yang bergaul namun pemilih, sekedar hanya kalangan tertentu saja. Mungkin saja karena sudah lupa sama kulitnya atau sudah berasa sukses dengan kehidupannya jadi malas untuk bergaul ke bawah.

Kalau kamu?
Nah ini dia! Kalau saya ya gitu deh. Tidak bisa saya pungkiri sebagai manusia kadang saya sombong juga dengan perasaan bangga pada pecapaian namun kebetulan saya doyan ngobrol ngalor ngidul dengan siapa saja jadi yaa asik-asik saja bergaul dengan siapa pun.Tapi memang saya suka ogah-ogahan kalau ketemuan dengan teman lama yang udah tidak kontek-kontekkan. Rasanya aneh aja ketemuan dengan mengenang masa lalu lalu hahahihi padahal yaa...udah gak ada koneksi selama jangka waktu bersyarat. Saya memang agak mempertanyakan tentang hal ini semenjak saya kuliah.

Sebenarnya inilah yang harus dihindari. Sudah seharusnya dong kita sebagai seorang anak Indonesia mewariskan nilai luhur yakni keramahtamahan dan persaudaraan. Seharusnya pertemanan itu dipupuk terus dan dibina dengan baik. Yaaaa... walau kalau ngomong udah gak nyambung karena sudah beda kondisi tapi yang pasti seharusnya memang dijaga terus. Ini adalah sebuah rasa menjaga hubungan teman lama yang seharusnya menjadi PR saya dan pembelajaran saya. Pokoknya gitu deh!


Comments

Popular Posts