25.7.11

Perihal Memaafkan

Yah... namanya juga manusia, tidak pernah luput dari dosa. Selalu saja apa saja yang kita lakukan pasti ada bau-bau dosa yang tercium. Entah hanya lewat pikiran saja ataupun memang benar-benar sudah keluar melalui perkataan atau tindakkan. Beberapa hari ini aku sedang merasa jengkel. Jengkel sekali. Bukankah memang begitulah hidup. Kita akan merasa jengkel, lalu tidak jengkel, lalu lupa, jengkel lagi, tidak jengkel, lalu lupa. Begitu terus. 

Manusia-manusia inilah
Sayangnya ternyata di kehidupan kita selalu saja tercipta seolah secara khusus yang bisa membuat kita jengkel, dongkol gak karuan. Manusia-manusia inilah yang kadang membuat kita seperti hidup di neraka. Ih lebay!  Rasanya kalau melihat dia sudah mangkel ingin rasanya bertindak sesuatu untuk membalas tindakan yang sudah mengusik hati kita. Namun terkadang ada beberapa faktor yang tidak bisa membuat kita membalas perlakuan mereka, semata-mata karena kita masih cukup 'waras' untuk tidak membalas manusia-manusia seperti mereka itu. Toh, memang dalam manusia kita tidak semuanya cocok atau tidak semuanya berteman. Ada saja sesuatu yang membuat kita ehem....muak. Ah namanya juga manusia sosial pasti bersinggungan pasti berhimpitan.
Nah memang yah kebetulan aku kalau tidak setuju pada orang, aku sudah tidak bisa ba bi bu lagi. Langsung saja utarakan, bahwa aku tidak setuju; mungkin dengan ekspresi muka atau seringnya dengan perkataan langsung pada orangnya, daripada ngedumel di belakang  malah jadi dosa lagi ngegosipin orang. Menurutku tidak ada salahnya bilang bahwa kita tidak setuju atau tidak mau toh kita negara bebas dan mempunyai pilihan. Situ aja punya pilihan kenapa aku tidak? Namun oh sayang sungguh disayang ternyata masih buaaaaaaaaanyaaaakkk orang yang tidak bisa menerima ungkapan kata tidak  dan ungkapan rasa tidak setuju. Hingga akhirnya orang-orang seperti inilah yang tidak tahan kritik dan menerima bahwa keadaan tidaklah sebesar daun kelor atau sebesar jari tangannya yang bisa dia handle semua. Lalu ups....eh dia menggila dengan bertindak tidak sesuai dan hilang kontrol. Hingga akhirnya aku yang blak-blakkan dan terbuka kena imbasnya. Sakit hati. Kasian deh lo! 

Doakan dan maafkan
Kalau sudah begini yah yaaa.... dari pada kita ikut hilang kontrol dan menggila lebih baik kita diam dan tersenyum gila :) Sekedar tahu saja kalau ternyata eh ternyata memang orangnya seperti itu atau mungkin dia sedang ada masalah atau mungkin sedang geger otak misalnya. Siapa tahu? Jadi maklumi saja. Memang sih pada saat sedang berlangsung rasanya kita ingin menerjang, menjambak, membalas dengan perkataan , dll namun kalau begitu sama aja dong level kita dengan mereka. Tentu kita ingat dong dengan sebuah nasehat: Yang waras ngalah. Ya sudah lakukanlah.
Terus terang sih yaa hatiku siwir-siwir dan tersungging senyum tidak tulus saat kejadian tersebut. Itulah saat hati kita patah. Sudah akui saja kalau memang hati kita sakit dan patah. Akui bahwa kompor orang tersebut sukses besaaaar! Sehingga dengan begitu kita bisa melepaskan. Manusiawi merasakan sakit hati ketika harga diri kita dilukai. Lalu setelah itu? Kalau aku sih akan marah-marah sendiri ; misalnya dengan menulis diary atau curhat dengan orang lain setelah lega langsung gak pake lama. DOAKAN orang tersebut. Minta pertolongan Tuhan untuk membantu kita menyembuhkan hati kita dan meminta kekuatan hati untuk memaafkan mereka. Toh Tuhan sendiri yang memiliki pesan pada kita: Kasihilah musuhmu. Kalau aku sendiri terus terang tidak bisa makanya mintalah bantuan Tuhan untuk membantu kita untuk memaafkan mereka.

Memaafkan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Aku pun masih belajar. Namun kalau kita tidak memaafkan orang yang menyakiti kita itu hanya akan membuat kita sendiri menjadi 'sakit' perasaan tersebut layaknya duri dalam daging. Daripada kita sendiri yang sakit hati sampai dendam membara hingga termakan rasa benci, lebih baik kita membebaskan rasa-rasa negatif tersebut dan move on. 

Oh iya satu lagi. Yaaaa....setidaknya dari peristiwa ini kita tahulah sampai di mana pribadi orang tersebut. Jadi kita pun bisa belajar dari perilaku dia terhadap kita. Jangan sampai kita melakukan hal yang sama. Hahaha kalau diingat-ingat itu orang kocak juga kali yaaa....  menggila. Kasihan.

No comments:

Post a Comment