Tuhan tahu, tapi menunggu


Kemarin malam aku bermimpi sinting abis. Maksudku aku cukup sering bermimpi aneh-aneh selama aku galau. Misalnya saja aku berdoa untuk sebuah pertanyaan dalam otakku. Aku berdoa pada Tuhan; agar aku sedikit mengerti. Dan bener aja loh kemarin malam aku bermimpi aneeeeeeeeh. Dan aku rasa doaku terjawab.

Biasanya kalau mau tidur aku berdoa malam terlebih dahulu lalu menulis sebentar. Karena bagiku menulis merupakan terapi yang baik selain nongkrong di toilet, boker. Aku sering banget berlama-lama asik di kamar mandi boker. Karena menurutku 'boker-time' itu membuatku lebih terinspirasi dan bisa berpikir banyak hal, asik dengan dunia sendiri. Apakah kalian juga begitu?

Nah, mari kita kembali pada topik, mimpi. Kata orang mimpi itu adalah gambara situasi diri kita saat ini, gambaran psikologi kita, gambaran perenungan kita sehari-hari. Entah kerjaan, entah orang di sekitar kita, atau mungin pasangan kita. Dalam mimpi kita bisa berkaca dan menafsirkan sendiri apa yang kita pikirkan dan lalu bisa kita tarik kesimpulannya.

Mimpiku tadi malam, aku mimpi melihat kolam air terus airnya muncrat-muncrat kayak air mancur gitu. Nah itu artinya apa? Aku juga kurang faham deh. Tapi setahu aku kalo aku mimpi ada air-airnya gitu, pasti aku tidurnya ngiler hahahhaaha :)) eh bener aja loh, aku bangun pagi bantalku ileran jijay :p

Lalu ada satu adegan di mimpiku yang super-duper aneh. Aku bermimpi melihat seekor anjing. Aku lihat anjing ini udah jelek, kurus, dilihat gak berdaya gak punya tenaga, tapi rasanya auranya dia memikat. Di mimpi aku teriak ke seseorang tapi aku lupa siapa; "Eh lihat deh anjingnya lucu..." Saat aku teriak terlihat dalam mimpiku anjing kecil kurus itu sedang berusaha untuk naik ke tangga lumutan hijau yang licin. Tangganya cukup tinggi dan sulit untuk ukuran anjing kecil kurus kerempeng kayak dia. Setelah aku lihat lagi, tangga itu menghubungkan ke sebuah pintu yang terbuka lebar, dalamnya ada air kolam jernih luas di pekarangan rumah lalu ada air mancurnya muncrat-muncrat. Si anjing kecil kurus itu berusaha buat ke sana.

Si anjing kurus kecil itu mati-matian untuk naik tangga. Dia berusaha dan membuatku terpesona pada sebuah kenyataan bahwa si anjing kecil kurus ini: tidak sempurna, dia tidak punya kaki kanan yang paling belakang. Kaki kanan belakangnya putus,,, gak ada. Lalu hatiku pun berdebar melihatnya syok sendiri dengan pemandangan tersebut. Aku diam. Melihat si anjing kecil naik tangga lumutan itu. Dia berusaha dengan gerakkan gemetar namun mantab. Dan si anjing kecil itu yang kukira tidak bisa melewat tangga itu, dia bisa menaikki tangga lumutan itu. Si anjing itu jelek, kurus, terlihat tidak mampu, tidak punya kaki kanan belakang. Namun dia bisa!! DIA BISA NAIK TANGGA lalu ke tempat kolam jernih air mancur itu!

Setelah itu aku terbangun. Syok dengan mimpiku sendiri lalu mandi sambil berpikir.

Setelah aku pikirkan mimpi tadi malam seharian penuh, aku refleksikan aku tanyakan, aku bawa dalam doa. Si anjing kecil tidak punya kaki kanan belakang yang artinya tidak ada penompang/penyangga. Ada rasa kehilangan sebuah penompang, sebuah semangat, dan sebuah kekuatan. Si anjing kecil butuh waktu dalam menaikki tangga lumutan itu, sampai gemetar badannya namun dengan pasti dan yakin dia naik. Dan sungguhan dia naik tangga itu. Aku pun berkaca, kalau aku tidak perlu takut 'naik' aku tidak perlu takut kehilangan semangat dan penyangga seperti yang selalu aku khawatirkan. Si anjing kecil tanpa kaki kanan belakang pun bisa kenapa aku tidak bisa. Mungkin memang saatnya untuk aku sendiri mengandalkan diriku sendiri berjalan dengan kakiku sendiri.

Lalu aku ingat sebuah suara dalam mimpiku dahulu, suara itu bilang ke aku :

Jangan takut di dalam engkau ada kekuatan.
Dan di belakangmu ada Aku kekuatanmu.



Aku baru sadar, mimpiku selalu sinting. Aku merasa doaku terjawab. Terima kasih Tuhan. Aku pernah baca cerpen Leo Tolstoy judulnya 'Tuhan Tahu, Tapi Menunggu'. Aku setuju dengan judul itu, Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, tapi dia menunggu agar manusia punya waktu untuk merefleksikannya. Hingga bisalah kita katakan: Semuanya indah pada waktu-Nya.

***

Nb. Tadi aku iseng nyari gambar, dengan kata kunci anjing kecil naik tangga. Eh,,,keluarnya malah kucing naik tangga. Yaaaa,,,gak apa-apa lah ya. Kurang lebih gambar dalam mimpiku seperti ini.



Dengan tumpuan tapakku sendiri
Aku mungil di tengah luasku
Degup jantung
Gemetar tubuh
Hembusan nafas
Membara dalam sebuah elemental
Agar aku sedikit berlari dan berarti

***


metta asriniarti martopranoto
medio juni' 2010
di sebuah dengungan bel sekolah
dan mimpi


Comments

Popular Posts