27.4.10

ya kan?

Apa yang kita pikir bisa salah. Apalagi yang cuman dirasa-rasa. Ya kan??

Yang dirasa-rasa itu tanpa pertimbangan tanpa variabel.
Yang dirasa-rasa itu semata-mata cuman apa yang kita rasa.
Intuisi.

Mending kita sekarang ngotak aja deh. Biar setidaknya tidak terlalu koleksi perasaan yang beragam. Karena bukan filateli perangko. Mending kita berlomba-lomba mengasah pemikiran. Agar lebih menjadi manusia berlogika yang tidak perasa dan merasa-rasa.

Asah hati boleh saja....
Namun yang dirasa-rasa ini yang kadang bahaya.

Jadi, intinya Met?
Disfungsi hati?

.
.
.
.
.
boleh juga.

No comments:

Post a Comment