Sendiri dan Ramai

Hari ini aku sudah menangis LAGI. Padahal sudah 1 bulan aku di sini. Tapi entah mengapa aku merasa belum sepenuhnya aku berada di sini. Aku ga bisa tidur, bantal aku terlalu basah kebayakan nangis. Aku kangen banget sama rumah. Aku kangen dengan kamarku, dengan privasi yg ada di rumah. Sekarang aku lagi sendirian di dalem kamar. Lagi jam kosong sampe nanti jam 1 siang baru ada kelas lagi.

Biasanya aku ngga pernah manja kyk gini tp entah mengapa aku sedang merasa sepi. Dan pada akhirnya menurutku setiap orang akan hidup sendiri-sendiri. Kita tinggal di rahim ibu sendiri, kita lahir pun sendiri, kita tidur dan bergulat pada mimpi kita sendiri, kita tinggal dalam pikiran kita sendiri. Dan pada akhirnya kita pun akan mati sendirian. Aku sedang melihat kenyataan saja dan berpikir sedikit serius barang untuk sesaat. Kalau pada akhirnya kita hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri dan berjuang untuknya.

Apakah aku bisa melewati ini semua? Bisa. Dan sedang dalam proses. Aku mau menjadi lebih kuat dan lebih tegar. Aku mau bisa lebih tegas.

Mungkin sekarang aku hanya merasa rindu dengan hangatnya kasih sayang di rumah. Tempat aku bisa mengisi batre semangatku. Aku tahu aku bukan tipe gadis yang mudah nangis dan aku tahu aku sekeras batu dan mempunyai hati sekeras baja. Namun aku sedang terlalu lelah menjadi seperti itu. Aku ingin menyendiri dan kembali pada sebuah saat di mana aku bisa tegar seperti dulu kala.

Comments

Popular Posts