Skip to main content

Posts

Featured

Lucu juga ya....

Mempunyai perjalanan yang menghabiskan waktuku selama empat jam perjalanan membuatku menjadi terbiasa dengan perpindahan, berdesakan dengan manusia-manusia lain yang kulitnya nempel dengan badanku, musti terbiasa dengan suhu tubuh orang lain yang  panas buat aku, bunyi nafas, obrolan dengan volume super kencang dan kontak mata yang tiba-tiba. Aku terbiasa. Bahkan aku tahu titik mana aku harus menunggu dan di titik mana dalam KRL yang paling aman dan memudahkanmu keluar ketika gerbong penuh luar biasa. Aku pun sudah hafal benar bahwa untuk mempunyai pijakan kaki yang kuat dan tidak akan tumbang saat disenggol ibu-ibu, kamu harus merenggangkan telapak kakimu sedikit dan bergantungan. Meski rasanya hati dan mentalmu rontok begitu melihat gerbong perempuan berjubel luar biasa. Ya udah gitu. 
Kemarin pukul 22:38 aku masih berdiri di sebuah gerbong menuju Stasiun Rawa Buntu dan memandangi pintu keluar dengan kacanya yang gelap malam memandangi pantulan diriku sendiri. Lalu berpikir bahwa o…

Latest Posts

Image

Rumah Kertas: Sebuah Ajakan Membaca

Image

Es Kopi Susu

Uraian Singkat tentang Membuang

Pulang

Sebuah 'Apa Kabar'

Please

Image

Sebuah Isi Otak yang Penuh dengan Sampah dan Tai Kerbau, Lalu Meracau

Image

Amor fati #6

Image

Konspirasi Tai Kucing #14: Sehelai Rambut yang Juga Dihitung